Tuesday, August 17, 2021

METODOLOGI PENELITIAN

 

METODOLOGI PENELITIAN

 

IPA tentang alam semesta dapat menjadi maju sperti sekarang tidak lepas dari upaya  keras para ahli dibidangnya. Untuk memajukan Iptek, kemampuan berpikir IPA menjadi pembuka jalan bagi pemahaman sikap, proses  maupun produk. Awal mula tahapan berpikir manusia umumnya dimulai dengan tahapan ragu ragu dan kemudian muncul tantangan berupa kesadaran akan adanya masalah/pembatasan masalah. Dari tahapan pembatasan masalah ini manusia berusaha menemukan bagian yang lebih focus,terinci dan munculnya kesenjangan antara yang ada sekarang dengan yang diinginkannya. Pada tahapan ini selanjutnya ditemukan masalah yang lebih spesifik sehingga akhirnya disusun rumusan masalah yang lebih operasional.

Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan (Fenomena berbeda dengan masalah) dan tidak semua masalah yang ditemukan layak  dijadikan sebagai masalah dalam penelitian. Keberhasilan penelitian ditentukan dengan perumusan masalah yang baik. Menyatakan masalah penelitian artinya memulai dengan mengoperasionalkan pertanyaan dengan kalimat Tanya (apa, mengapa, bagaimana).  Masalah layak dijadikan tema dalam penelitian jika: 1) terjadi kesenjangan antara teori dengan fakta. 2) masalah tersebut dapat diidentifikasi hal hal atau factor penyebabnya. 3) ada kemungkinan untuk dicari/di uji kebenarannya.

 

 

Hipotesis merupakan dugaan yang sifatnya sementara dan akan dibuktikan kebenarannya lewat pengumpulan fakta empiris. Suatu hipotesis tidak akan memiliki arti tau makna manakala kita tidak dapat melakukan apa yang diharapkan dari hipotesis tersebut. Pada umumnya hipotesis diajukan manakala kita berusaha untuk menjelaskan secara jelas dan lengkap lewat pengumpulan fakta fakta. Dengan pengertian lain hipotesi dalam IPA harus dapat diuji secara eksperimental. Hasil pengujian mungkin sesuai dengan jawaban hipotesis, namun tidak jarang hasilnya berlawanan dengan hipotesia. Jika hasilnya ternyata berlawanan maka perlu dilakukan kajian lagi, apakah akan dibuang/ditiadakan atau ramalan yangb diajukan diperbaiaki. Hasil perbaikannya memperlihatkan hubuingan timbale balik antara pengembangan penalaran, perumusan hipotesis, pengembangan eksperimen, lalu melakukan pengujian (statisti, atau bukan) serta pengembangan fakta baru yang merupakan inti dari kegiatan ilmiah  (Suparwoto,2009).

 

Hipotesis secara sederhana dinyatakan sebagai jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau kajian pustaka. Perumusan  hipotesis tergantung pada arah penelitiannya. hipotesis dibedakan menjadi 2 yaitu hipotesis alternative (menyatakan adanya hubungan anta variable yang diujikan) dan hipotesis nol (menyatakan tidak adanya hubungan antara variable yang diujikan).

Variabel penelitian adalah faktor yang bila diukur memberikan nilai yang bervariasi. Lima jenis variabel dalam penelitian yaitu:

·         variabel bebas/ independent adalah variable yang diduga sebagai penyebab munculnya variable lain (merupakan cara/ teknik yang digunakan),

·         variabel tergantung/terikat/ dependent adalah  variable yang dipengaruhi variable bebas   ( indicator keberhasilan eksperimen, sehingga harus dicermati)

·          variabel kontrol (perlakuan yang diberikan)  

·         variabel moderator

·         variabel antara.

Ada 4 skala pengukuran yaitu:

1.      skala nominal (angka tidak sebenarnya)

2.      skala ordinal (kategori/kualitas)

3.      skala interval (selisih)

4.      skala ratio (nilai sebenarnya)

Instrumen merupakan alat untuk mengumpulkan data.  Data adalah fakta/ keterangan yang dikumpulkan. Data yang baik harus bersifat objektif (sesuai keadaan sebenarnya), representative (mewakili seluruh objek),  up to date (sesuai perkembangan waktu), relevan (ada hubungan dengan masalah yang akan dipecahkan). 

Tuesday, August 10, 2021

Pengetahuan dan Metode Ilmiah

 

Pengetahuan  (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman   berdasarkan serapan pancaindra dan diolah oleh akalbudi secara spontan. Pengetahuan dibedakan menjadi 2 yaitu: pengetahuan prailmiah dan non ilmiah. Pengetahuan pra ilmiah merupakan pengetahuan yang bisa/ perlu dicari kebenarannya. Sedangkan pengetahuan non ilmiah adalah pengetahuan yang tidak perlu/ tidak bisa dibuktikan nilai kebenarannya.  Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diolah kembali dan disusun secara  metodis, sistematis dan koheran. Penelitian Ilmiah (Re Search) merupakan usaha untuk menemukan kembali kebenaran ilmu pengetahuan. Karakter Penelitian Ilmiah adalah sistematis, logis, empiric, replikatif.

 

Jenis jenis penelitian berdasarkan pendekatannya dapat dibedakan sebagai berikut:

a.       kualitatif: penelitian yang bertujuan mengumpulkan data deskriptif yang  menggambarkan objek penelitian secara rinci dan mendalam (penelitian deskriptif: survei dan kausal komperatif).  contoh :

-  survei kandungan bahan pengawet dalam makanan

-  pengaruh penggunaan pestisida terhadap populasi katak sawah (sebab   akibat)

b.      Kuantitatif:penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis/hubungan antar variabel penelitian (penelitian eksperimen).

 

Ilmu pengetahuan (sains) menurut Sund (1975) mencakup 3 aspek yaitu  :

1.      scientific attitudes (sikap ilmiah) yaitu: memiliki rasa ingin tahu, jujur, objectif, tekun,

     teliti, terbuka

2.   scientific methods (metode ilmiah)

3.   scientific produk (produk ilmiah)

 

Langkah langkah metode ilmiah

1.       Merumuskan masalah

2.      Menentukan tujuan penelitian

3.      Menyusun dasar teori

4.      Menentukan variabel

5.      Merumuskan hipotesis

6.      Menentukan alat bahan yang diperlukan

7.      Prosedur penelitian

8.      Mengumpulkan data

9.      Mengolah dan menganalisis data

10.    Membuat kesimpulan

11.     Melaporkan hasil penelitian

 

Tahapan pelaksanaaan metoda ilmiah meliputi:

1.        Merumuskan masalah

2.      Mengumpulkan keterangan

3.      Menyususn hipotesi

4.      Menguji hipotesis

5.      Mengolah data

6.      Menguji kesimpulan

 

Penulisan ilmiah terdiri dari proposal penelitian dan laporan hasil penelitian, dengan

Sistematika penulisannya sebagai berikut:

          *Bagian Awal: halaman judul, halaman pengesahan, kata pengantar, daftar isi, daftar table,       dafttar  gambar, daftar lampiran 

           * Bagian Utama:

Bab I. pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah,tujuan penelitian, ruang  

                           lingkup,manfaat penelitian,meted penelitian

                Bab II. Tinjauan pustaka: landasan teori, kerangka teori, kerangka konsep,                                                                                  hipotesis               

                Bab III. Metode Penelitian: jenis penelitian, populasi dan sampel,variabel, desain

                                            penelitian, lokasi dan waktu,instrument yang digunakan

                                            pengolahan dan analisis data

Bab IV. Hasil dan Pembahasan

Bab V. kesimpulan (memberitahukan garis besar penelitian dan hasilnya) dan saran (bagaimana     mengatasi masalah yang ditemukan)

Bab VI. Ringkasan

Catatan : Bab I-Bab III dalam pembuatan proposal

       Bagian Akhir: Daftar pustaka , lampiran lampiran

Tuesday, August 3, 2021

Pengantar IPAS

 

Assalamu’alaikum wr wb

Apa kabar anak sholeh/ sholehah? Semoga kalian sehat dan semangat ya. Hari ini kita mulai pembelajara IPAS (Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) di semester 1.

Yukk dibuka dulu dengan dengan bacaan basmallah. Bismillahirrohmanirrohim.

Untuk mengawali pembelajaran IPAS, alangkah baiknya saya selaku guru IPAS memperkenalkan diri terlebih dahulu supaya kedepannya lebih mudah dalam belajar dan berkomunikasi.

              

Nama  : Diani Sulistiani

Alamat : Jl. Gerilya no. 255 Tanjung

No. Hp : 085227982366

Setelah berkenalan dengan guru mapel nya, sekarang kita berkenalan dengan Mata Pelajarannya.

Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial meliputi integrasi antara social sciences dan natural sciences menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran. Bagaimana segala aspek kehidupan bersosial dalam kebhinekaan, keberagaman agama, dan saling bergotong royong mencakup dalam social sciences. Interaksi antara manusia dengan alam, serta melihat berbagai fenomena yang terjadi dengan alam, mampu dijelaskan secara logis dan ilmiah dengan natural science. Sehingga kita mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dengan arif dan bijaksana.

Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial bertujuan untuk membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap (hard skills dan soft skills):

1. Menerapkan pola pikir, perilaku, dan membangun karakter peserta didik untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang dihadapi.

2.    Mampu menelaah manfaat potensial dan risiko dari penggunaan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial.

3.    Mampu membuat keputusan yang lebih berdasar dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial serta teknologi.

4.    Mampu menemukan solusi dari masalah yang dihadapi melalui sains baik masalah individu maupun masyarakat.

Kegiatan kita pagi ini adalah :

1.    Absensi kehadiran di blog “Absensi IPAS X”

2.    Menuliskan Nama dan kelas di kolom komentar

Alat ukur

ALAT UKUR PENGERTIAN ALAT UKUR Alat ukur atau yang biasa disebut dengan  measuring tool  merupakan suatu alat yang digunakan untuk ...